Selamat datang di blog my diary,tempat berbagi pengetahuan dan pengalaman, semoga kita dapat saling berbagi

Sabtu, 03 November 2012

BELAJAR BIOLOGI DENGAN METODE SOSIO DRAMA




Banyak sekali metode-metode pembelajaran yang ada, tetapi tidak semua bisa diterapkan pada pokok bahasan tertentu. Perlu kreativitas dan inovasi untuk menerapkan metode pembelajaran yang cocok dengan pokok bahasan yang akan disampaikan. Palajaran biologi sarat akan hafalan yang menjenuhkan siswa, karena pada umumnya siswa sekarang kurang minat bacanya. Untuk sekolah yang intakenya bagus mungkin tidak menjadi masalah, karena kesadaran siswa untuk belajar sangat tinggi. Tetapi untuk sekolah yang ‘nomor dua’ untuk membangkitkan minat belajar perlu energi dan pemikiran yang cukup banyak. Perlu kreativitas dan inovasi yang bertujuan untuk membangkitkan minat belajar dulu, baru meningkatkan nilai mereka di bidang akademik.
Materi kelas XI sangat erat hubungannya dengan tubuh manusia karena mempelajari berbagai macam sistem organ yang ada. Walaupun obyek yang dipelajari jelas yaitu tubuh manusia, akan tetapi tidak semua siswa tertarik untuk mempelajari materi kelas Xi ini. Bagi mereka yang berminat untuk melanjutkan ke kedokteran hal ini mungkin sangat menarik untuk mereka bisa mempersiapkan diri lebih awal. Tetapi untuk mereka yang kurang berminat akan menjadi suatu beban yang pada akhirnya mereka memperoleh nilai di bawah KKM.
Sudah tiga tahun belakangan ini saya diberi tanggung jawab ubtuk mengajar di kelas XI, dimana tahun-tahun sebelumnya selama kurang lebih tujuh tahun saya mengajar di kelas XII. Materi pelajaran antara kelas XI dengan kelas XII memiliki tingkat kesulitan dan analisa yang berbeda. Saya pribadi cenderumng lebih menyukai materi-materi yang ada di kelas XII, tetapi sebagai seorang guru yang harus memiliki kompetensi profesional saya juga harus bisa menyampaikan materi di kelas XI dengan penuh tanggung jawab dan membangkitkan minat belajar pada siswa. Selama dua tahun mengajar saya tidak menemukan metode yang cocok untuk menyampaikan materi, sehingga hasil belajar siswa hanya pas-pasan saja.
Akhirnya di tahun ke tiga saya menemukan metode yang saya rasa cocok buat siswa yang memiliki intake yang pas-pasan juga. Saya menginginkan suasana belajar yang bisa dinikmati olah semua siswa saya, semua terlibat dalam proses pembelajaran , tidak ada yang ngantuk, main ha dan tidak ada yang ngobrol di luar materi pelajaran.
Sebenarnya saya belum melakukan penelitian tindakan kelas untuk metode yang sudah saya terapkan ini, akan tetapi saya sudah mengamati adanya perubahan pada diri siswa saya. Mereka jadi lebih percaya diri, terlibat dalam kelompok mereka belajar ada tanggungjawab terhadap keberhasilan kelompok dan yang paling penting setelah diadakan ulangan nilai mereka jauh lebih bagus dibandingkan ketika saya belum meningkatkan metode ini.
Saya menyebutnya metode ini adalah metode sosio drama. Pada awalnya saya sebut metode ini adalah metode bermain peran, akan tetapi setelah  saya berdiskusi dengan teman saya guru bahasa Indonesia, akhirnya saya memutuskan metode yang saya terapkan ini adalah metode sosio drama. Bukan dramanya yang dinilai, tetapi materi-materi yang disajikan dan keberanian yang terutama saya utamakan dalam menerapkan metode ini.
Langkah-langkah pembelajaran yang saya terapkan adalah seperti biasa saya mengajar sebelumnya, tebtunya selalu ada apersepsi, pemberian motivasi dan tentunya kegiatan inti. Pada kegiatan inti inilah metode sosio drama dimulai. Adapun langkah-langkahnya adalah :
1.       Membagi siswa menjadi 6 kelompok atau sesuaikan dengan jumlah siswa satu kelas  dan banyak sedikitnya materi yang akan disampaikan.
2.       Memberi masing-masing kelompok dengan materi yang berbeda-beda. Misalnya pada saat membahas tentang tulang , bagi menjadi sub-sub bahasan, seperti : jenis tulang berdasarkan zat penyusunnya, jenis tulang berdasarkan bentuknya, penulangan, rangka aksial dan apendikular, persendian, dan kelainan serta penyakit pada tulang.
3.       Masing-masing kelompok bertugas memahami  materi yang sudah ditentukan sebelumnya.
4.       Masing-masing kelompok mempersiapkan kreativitasnya, untuk menampilkan sosio drama ke depan kelas. Kreativitas dan inovasi ditentukan oleh kelompok masing-masing, sesuai dengan kesepakatan kelompok.
5.       Masing-masing kelompok mempresentasikan sosio dramanya di depan kelas. Setiap selesai tampilan, guru memberikan penguatan dengan berdiskusi  bersama supaya materi yang disampaikan pada saat sosio drama dapat lebih di cerna oleh siswa.
6.       Selanjutnya kegitan penutup bisa dikreasikan oleh guru apakah dengan pos tes, atau yang lain.
Berdasarkan pengalaman siswa akan sangat antusias untuk menciptakan kreativitas masing-masing, bahkan ada kreativitas mereka  diluar apa yang kita duga.  Tidak ada lagi siswa yang ngantuk karena mereka punya tanggungjawab masing terhadap apa yang akan diperankan nantinya pada saat presentasi. Dan yang paling lagi minat belajar siswa meningkat yang pada akhirnya mendongkarak nilai mereka jauh di atas KKM.

Tidak ada komentar: